Luv Indonesian Culinary - luvinary.com

Pantai Bayah

Pantai Bayah merupakan obyek wisata yang berdaya tarik tersendiri di Banten Selatan. Berbeda dengan Pantai Bagedur, lebar dan panjang yang terletak sekitar 5 km. Pantai Bayah tidak seberapa lebar tetapi berpasir putih.

Ombak Pantai Bayah cukup besar. Hempasan gelombangnya bisa terdengar cukup jauh. Bisa begitu, karena di dasar laut Pantai Bayah adalah hamparan batu karang dan kerikil hitam. Tetapi dibalik hempasan gelombang Pantai Bayah yang besar itu terdapat sumber kehidupan banyak warga masyarakat Banten Selatan yang tinggal di Panggarangan, Sawarna, Malingping dan Bayah sendiri.

Sumber kehidupan warga itu adalah impun, ikan teri halus. Bentuknya Cecil-kecil dan berwarna agak putih. Di Jakarta teri halus itu akrab dengan debutan Teri Medan. Harganya, tentu saja agak mahal. Namun di Pantai Bayah, harga satu rantang teri halus hanya Rp 2.500 sampai Rp 3.500. Teri halus gurih jika dibuat pepes, atau digoreng campur terigu. Warung-warung makan yang ada di daerah Bayah timur dan Bayah Barat selalu menyediakan pepes teri halus dan teri yang sudah digoreng.

Karena itu tak mengherankan jika salah satu daya wisata Pantai Bayah adalah banyaknya warga masyarakat pemburu impun. Menurut cerita masyarakat Bayah, jika musik barat, musim yang menyebabkan banyak teri muncul, yakni di antara Agustus hingga Desember, sedikitnya 500 orang setiap hari cari duit di Pantai Bayah. Modal kerja mereka hanyalah jaring angkat dan rantang.

Jaring ditadahkan kepantai yang baru saja dibasahi gelombang laut Samudera Hindia itu. Ketika jaring diangkat teri halusnya banyak nempel di jaring. Teri itu kemudin dikumpulkan sedikit demi sedikit. Jika jumlahnya sudah mencapai serantang penuh, berarti sang pemburu teri halus itu sudah mengantongi duit Rp 2000 hingga Rp 2.500 rupiah. Oleh tengkulak teri itu dijual lagi antara Rp 2.500 hingga Rp 3.500 perantang kepada wisatawan atau ke warung makan. Di warung makanlah nilai serantang teri halus itu bisa menjadi uang yang jauh lebih besar nilainya. Kawasan Banten sekitar Gunung Halim-Kendeng hingga Malingping, Leuwi-dmar, Bayah berupa pegunungan yang relatif sulit untuk di akses, namun menyimpan potensi sumber daya alam.

Berwisatalah ke daerah ini
Jika menggunakan kendaraan pribadi dari Jakarta misalnya, pakai saja jalur tol bebas hambatan dari Tomang hingga Serang Timur. Selanjutnya dari Serang Timur menuju ke arah Saketi, di Pandeglang. Dari Saketi mulailah menyusuri jalur jalan yang berkelok-kelok di Banjasari hingga Malingping. Perjalanan Anda jangan berhenti di Malingping, kota Kecamatan yang sedang berbenah menyiapkan diri menjadi kota Kabupaten Banten Selatan, tetapi pelan-pelan berlanjut terus hingga ke Bagedur. Setelah puas menikmati pesona wisata Bagedur, lanjutkan lagi ke Pantai Cihara di Panggarangan. Pantai ini juga indah dilihat dari puncak ketinggian jalan. Dari ketinggian jalan itu akan terlihat pecahan gelombang Pantai Cihara dan ratusan pemburu kerikil hitam serta pasir di bibir pantai itu.

Untuk mencapai Pantai Bayah, dari Pantai Cihara Anda tinggal membutuhkan perjalanan beberapa menit saja. Sebelum mencapai Pantai Bayah, Anda juga akan menemukan sebuah tugu romusha yang terletak dipinggiran jalan poros Bayah-Sukabumi. Tugu romusha itu dibangun sekitar tahun 50-an untuk memperingati banyaknya korban jiwa para pekerja paksa pembuat jalur kereta Bayah-Labuan di masa penjajahan Jepang. Sayang tugu romusha itu tidak terawat baik, disekeliling tugu tumbuh tinggi rumut liar dan ilalang.    (Lidia Mayangsari)