- Sate Petir Pak Nano: Disambar Sate Petir Racikan Pak Nano yang Bikin Ketar-ketir
- Sagoo Kitchen: Gurih Mantap! Nasi Goreng Kunyit Ayam Bledos di Resto Jadoel
- Melewati Garut? Jangan Lupa Makan Enak Dulu di 5 Tempat Ini
- Hotel Indonesia Natour Raih Penghargaan dari ITTA Foundation
- Beda Tahu Petis Bandung yang Dicicip Jokowi dengan Tahu Petis Semarang
- Redjeki Kuliner: Malas Masak? Pesan Saja Ayam Goreng dan Sayur Lodeh Enak Ini
- Sumber Bestik Pak Darmo: Empuk Gurih Bestik Lidah yang Menggoyang Lidah
- Waroeng Keroepoek : Menikmati Wedang Bergaya Kekinian di 'Cafedangan'
Goa Lawet
- Kabupaten Banjarnegara
- Kabupaten Banyumas
- Kabupaten Batang
- Kabupaten Blora
- Kabupaten Boyolali
- Kabupaten Brebes
- Kabupaten Cilacap
- Kabupaten Demak
- Kabupaten Grobogan
- Kabupaten Jepara
- Kabupaten Karanganyar
- Kabupaten Kebumen
- Kabupaten Kendal
- Kabupaten Klaten
- Kabupaten Kudus
- Kabupaten Magelang
- Kabupaten Pati
- Kabupaten Pekalongan
- Kabupaten Pemalang
- Kabupaten Purbalingga
- Kabupaten Purworejo
- Kabupaten Rembang
- Kabupaten Semarang
- Kabupaten Sragen
- Kabupaten Sukoharjo
- Kabupaten Tegal
- Kabupaten Temanggung
- Kabupaten Wonogiri
- Kabupaten Wonosobo
- Kota Magelang
- Kota Pekalongan
- Kota Salatiga
- Kota Semarang
- kota Solo
- Kota Surakarta
- Kota Tegal
Goa Lawet merupakan goa alam indah dan berbatuan konon cerita sejarah tempat bertapa Raja-raja Mataram. Goa lawet terletak pada koordinat (289200, 9245448) UTM pada ketinggian 169 mdpl. Balapulang, di bagian selatan Kabupaten Tegal tepatnya di Desa Harjowinangun. Merupakan goa alam yang indah dan berbatuan. Akomodasi di objek wisata ini kurang memadai, tidak terdapat penginapan di objek wisata ini. Rumah makan kecil tersedia dalam jumlah yang tidak begitu banyak.
Jarak tempuh dari pusat pemerintahan kurang lebih 20 km. Dapat ditempuh dengan menggunakan sepeda motor dan mobil. Tetapi untuk menuju ke arah goa hanya dapat ditempuh dengan jalan kaki. Karena kondisi jalan yang berbahaya dan licin.
Wisatawan yang datang berasal dari kalangan pedagang, santri. Para pedagang datang untuk meminta kelancaran berdagang. Sedangkan para santri datang bertapa untuk mendapatkan ilmu.
Sumber : http://digilib.unnes.ac.id

Provinsi
