- Sate Petir Pak Nano: Disambar Sate Petir Racikan Pak Nano yang Bikin Ketar-ketir
- Sagoo Kitchen: Gurih Mantap! Nasi Goreng Kunyit Ayam Bledos di Resto Jadoel
- Melewati Garut? Jangan Lupa Makan Enak Dulu di 5 Tempat Ini
- Hotel Indonesia Natour Raih Penghargaan dari ITTA Foundation
- Beda Tahu Petis Bandung yang Dicicip Jokowi dengan Tahu Petis Semarang
- Redjeki Kuliner: Malas Masak? Pesan Saja Ayam Goreng dan Sayur Lodeh Enak Ini
- Sumber Bestik Pak Darmo: Empuk Gurih Bestik Lidah yang Menggoyang Lidah
- Waroeng Keroepoek : Menikmati Wedang Bergaya Kekinian di 'Cafedangan'
Pantai Pasir Putih Mingar
- Kabupaten Alor
- Kabupaten Belu
- Kabupaten Ende
- Kabupaten Flores Timur
- Kabupaten Kupang
- Kabupaten Lembata
- Kabupaten Manggarai
- Kabupaten Manggarai Barat
- Kabupaten Manggarai Timur
- Kabupaten Nagekeo
- Kabupaten Ngada
- Kabupaten Rote Ndao
- Kabupaten Sikka
- Kabupaten Sumba Barat
- Kabupaten Sumba Barat Daya
- Kabupaten Sumba Tengah
- Kabupaten Sumba Timur
- Kabupaten Timor Tengah Selatan
- Kabupaten Timor Tengah Utara
- Kota Kupang
Pantai ini terletak di Desa Pasir Putih - Mingar pada pesisir Selatan Kecamatan Nagawutung yang merupakan obyek wisata yang sangat menarik bagi pengunjung untuk melakukan kegiatan wisata pantai seperti berselancar dan surfing karena mempunyai gelombang pantai yang cukup tinggi mencapai 2 - 3 meter pada musim Barat dan 1,5 - 2,5 meter pada musim kemarau. Disamping itu pula pengunjung dapat mandi dan berjemur diatas pasir putih yang bersih, berlayar maupun mendayung. Salah satu keunikan pantai pasir putih tersebut adalah di sepanjang pantai sering ditemui penyu yang sedang bertelur terutama pada saat terang bulan. Bagi masyarakat Mingar yang menjumpai penyu sedang bertelur maka ada keharusan untuk membalik penyu dan kemudian membawanya pulang ke desa untuk selanjutnya dibunuh dan dikonsumsi seluruh warga desa dengan ketentuan bagian tertentu dari penyu tersebut harus diberikan kepada Kepala Suku tertentu dan itu tidak boleh dilanggar.
Obyek Wisata lain adalah tentang adanya Sumur Tua yang mempunyai legenda cerita cukup menarik dimana dahulu kala ketika digali hingga dalam sekali namun tidak ditemukan mata air sampai akhirnya seorang gadis mencoba masuk ke sumur dan benar saja, air langsung menyembur keluar dan tenggelamlah si gadis dan hilang sampai sekarang, selanjutnya tetua adat dan tokoh masyarakat yang turun ke dalam sumur tanpa membawa apa-apa namun setelah naik ke permukaan mereka dalam keadaan kepala terikat dengan daun lontar dan daun kelapa segar bagaikan prajurit kembali dari perang. Sampai sekitar tahun 1950-an sumur ini masih terpakai, namun karena sekarang sumur telah tertimbun longsor dan tertutup maka masyarakat membuat duplikat sumur ± 200 meter disebelah utara sumur tua dan dijadikan sumber air bersih (minum, mandi dan cuci) bagi masyarakat Mingar dan sekitarnya. Dari Lewoleba pengunjung dapat menjangkau dengan kendaraan roda dua maupun roda empat kurang lebih 4 jam dan dapat menyewa rumah penduduk sebagai home stay. Jarak dari Lewoleba ke Mingar sekitar 35 km.
Sumber: www.lembatakab.go.id

Provinsi
