Luv Indonesian Culinary - luvinary.com

Batu Ajuang

Keberadaan Batu Ajuang di Nagari Lalan, Kecamatan Lubuak Tarok, tidak hanya merupakan sebuah wilayah pemukiman. Tapi ternyata juga sebuah lokasi objek wisata yang diambil dari sebuah legenda. Batu Ajuang tersebut, menurut hikayat yang diterima secara turun temurun oleh masyarakat setempat, berasal dari sebuah kapal milik seorang anak muda bernama Ajuang Malin Bonsu, warga setempat yang pulang dari Rantau, dan karena sudah kaya raya ia pun tak lagi mengakui kedua orang tuanya yang masih hidup, dan dibelit kemiskinan.

Menurut Walinagari Lalan, Darwan Malin Marajo, sepintas keberadaan Batu Ajuang itu memang mirip dengan cerita Malin Kundang di pantai air Manis Kota Padang. Namun katanya, si Ajuang yang telah kaya raya itu tidak mendapat kutukan dari orang tuanya. Tapi hanya karena tidak mengakui lagi orang tuanya, kapal yang ditompangi Ajuang terdampar, dan perlahan-lahan berubah menjadi batu.

Dari peristiwa tersebut, perkampungan tempat terdamparnya kapal itu, akhirnya diberi nama Batu Ajuang. “Sekarang kampung tersebut bernama Batu Ajuang dan masuk dalam wilayah pemerintahan Nagari Lalan Kecamatan Lubuak Tarok,” urai Darwan.

Selanjutnya Darwan mengatakan, meski belum begitu terkenal, tapi setiap hari libur lokasi Batu Ajuang yang terletak sekitar 8 Km dari jalan Sumatera, ramai dikunjung wisatawan domestik, bahkan diantaranya ada yang berasal dari Kabupaten Solok dan Kabupaten Dharmasraya.

 

http://doniaries.blogspot.com/