- Sate Petir Pak Nano: Disambar Sate Petir Racikan Pak Nano yang Bikin Ketar-ketir
- Sagoo Kitchen: Gurih Mantap! Nasi Goreng Kunyit Ayam Bledos di Resto Jadoel
- Melewati Garut? Jangan Lupa Makan Enak Dulu di 5 Tempat Ini
- Hotel Indonesia Natour Raih Penghargaan dari ITTA Foundation
- Beda Tahu Petis Bandung yang Dicicip Jokowi dengan Tahu Petis Semarang
- Redjeki Kuliner: Malas Masak? Pesan Saja Ayam Goreng dan Sayur Lodeh Enak Ini
- Sumber Bestik Pak Darmo: Empuk Gurih Bestik Lidah yang Menggoyang Lidah
- Waroeng Keroepoek : Menikmati Wedang Bergaya Kekinian di 'Cafedangan'
Pulau Kasiak
- Kabupaten Agam
- Kabupaten Dharmasraya
- Kabupaten Kepulauan Mentawai
- Kabupaten Lima Puluh Kota
- Kabupaten Padang Pariaman
- Kabupaten Pasaman
- Kabupaten Pasaman Barat
- Kabupaten Pesisir Selatan
- Kabupaten Sijunjung
- Kabupaten Solok
- Kabupaten Solok Selatan
- Kabupaten Tanah Datar
- Kota Bukittinggi
- Kota Padang
- Kota Padang Panjang
- Kota Pariaman
- Kota Payakumbuh
- Kota Sawahlunto
- Kota Solok
Pulau ini merupakan pulau non urban, dengan luas 2,5 ha dan merupakan pulau paling utara dari gugusan pulau yang ada di Kota Pariaman. Jarak pulau ini dari pinggir pantai terdekat lebih kurang 2 mil dengan waktu tempuh 20 menit menggunakan perahu motor pk 15. Pulau ini memiliki kontur relatif datar yaitu 0 5% dari permukaan laut dengan hamparan pantai pasir putih dan bersih.
Pulau Kasiak ini masih cukup alami yang didominasi oleh tumbuhan pohon kelapa. Pulau ini selalu menjadi tempat perlindungan bagi masyarakat nelayan apabila terjadi badai. Di sini terdapat sebuah mercusuar. Dilihat dari kondisi fisik dasar pulau ini berpotensi untuk dikembangkan kegiatan wisata bahari seperti: sailing, berenang, menyelam, kemping, mengintai penyu bertelur, melakukan riset, bertualang, menikmati panorama dan bermain pasir sambil mencari biota laut.
Kondisi bioekologi perairannya terdiri dari ekosistem terumbu karang terutama diperairan pulau bagian timur, ekosistem hutan di bagian tengah pulau, dengan lebar bentangan pasir di sekeliling pulau 4-5 meter, arus sangat tenang pada bagian timur dan sebelah barat berombak. Beberapa jenis ikan hias, udang dan ikan karang yang bernilai ekonomis seperti Kerapu dan Napoleon. Selain itu, di pulau ini kita juga dapat menjumpai fauna laut yang tidak ditemui dipulau sekitarnya yaitu Penyu dengan jenis Penyu Sisik (Eretmochelys Imbricata) dan Penyu Belimbing (Dermochelys Coriacea). Pada siang hari fauna ini sering muncul kepermukaan pantai sehingga dapat dilihat.
Sumber : http://www.disbudpar-kotapariaman.org

Provinsi
