- Sate Petir Pak Nano: Disambar Sate Petir Racikan Pak Nano yang Bikin Ketar-ketir
- Sagoo Kitchen: Gurih Mantap! Nasi Goreng Kunyit Ayam Bledos di Resto Jadoel
- Melewati Garut? Jangan Lupa Makan Enak Dulu di 5 Tempat Ini
- Hotel Indonesia Natour Raih Penghargaan dari ITTA Foundation
- Beda Tahu Petis Bandung yang Dicicip Jokowi dengan Tahu Petis Semarang
- Redjeki Kuliner: Malas Masak? Pesan Saja Ayam Goreng dan Sayur Lodeh Enak Ini
- Sumber Bestik Pak Darmo: Empuk Gurih Bestik Lidah yang Menggoyang Lidah
- Waroeng Keroepoek : Menikmati Wedang Bergaya Kekinian di 'Cafedangan'
Padang Lawas Utara Miliki Obyek Wisata Alami
- Kabupaten Angkola Sipirok
- Kabupaten Asahan
- Kabupaten Batubara
- Kabupaten Dairi
- Kabupaten Deli Serdang
- Kabupaten Humbang Hasundutan
- Kabupaten Karo
- Kabupaten Labuan Batu
- Kabupaten Langkat
- Kabupaten Mandailing Natal
- Kabupaten Nias
- Kabupaten Nias Selatan
- Kabupaten Padang Lawas
- Kabupaten Padang Lawas Utara
- Kabupaten Pakphak Barat
- Kabupaten Samosir
- Kabupaten Serdang Begadai
- Kabupaten Simalungun
- Kabupaten Tapanuli Selatan
- Kabupaten Tapanuli Tengah
- Kabupaten Tapanuli Utara
- Kabupaten Toba Samosir
- Kota Binjai
- Kota Medan
- Kota Padang Sidempuan
- Kota Pematang Siantar
- Kota Sibolga
- Kota Tanjung Balai
- Kota Tebing Tinggi
Kabupaten (pemekaran) Padang Lawas Utara (Paluta), Sumut,yang baru berusia beberapa bulan, ternyata memiliki obyek wisata alam yang masih asri berupa air jernih Parbottisan di Desa Sipiongot Julu, Kecamatan Dolok. Harian SKALA INDONESIA dalam penerbitan Rabu (1/4) pada rubrik “Berita Daerah” menyebutkan, obyek wisata itu belum tersentuh pengrusakan hutan di sekitarnya. Sungai yang mengalir di kawasan itu dipenuhi dengan lubuk dan bebatuan yang membuat nyaman para pengunjung untuk mandi-mandi dia air yang sejuk.
Obyek wisata itu sekitar 21 km dari Gunung Tua melintasi jalan provinsi dengan jarak tempuh sekitar dua jam dengan kenderaan bermotor roda empat atau roda dua. Sebagai kabupaten yang baru diresmikan, kondisi jalan ke obyek wisata itu cukup parah dan belum tersentuh perbaikan. Tapi di sungainya banyak terdapat ikan yang mengundang selera pengunjung untuk menyantapnya. Untuk menangkap ikan sungai, warga setempat menggunakan jaring, hingga ikan-ikan kecil luput dari penangkapan dan terus berkembang.
Syahbuddin Ritonga warga Medan yang pulang ke kampung halamannya di Sipiongot Julu mengatakan, Pemkab Paluta perlu secepatnya membenahi obyek wisata alam ini, karena dipercaya untuk masa mendatang akan ramai dengan pengunjung.
Dilarang mengutip berita ini, kecuali seizin PERUM LKBN ANTARA

Provinsi
